Secara umum taktik untuk entry atau exit dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu breakout pada saat kondisi pasar sedang trending, bouncing pada saat pasar sideways serta menggunakannya saat pergerakan harga mengalami koreksi atau retracement yang biasanya terjadi pada kondisi pasar yang trending. Saat diketahui pada kondisi trending biasanya rutin diikuti oleh pergerakan koreksi semacam yang tampak pada pola gelombang Elliot.
Pada postingan ini dicontohkan cara trading yang sederhana dengan menggunakan saat pergerakan harga mengalami retracement atau koreksi. Ada 3 langkah yaitu luar biasa garis trend (trend line), menentukan level-level Fibonacci retracement serta menentukan level-level entry serta exit (stop loss serta take profit atau limit). Berikut contoh pada USD/JPY daily yang mulai bergerak reversal dari uptrend ke downtrend.
1. Menentukan arah trend serta menarik garis trend
Langkah pertama merupakan menentukan arah trend. Tidak hanya dari pengamatan, kami dapat mengkonfirmasikan arah trend dengan price action dimana untuk uptrend titik-titik swing bakal membentuk pola higher high alias level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya serta higher low alias level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya, sementara untuk downtrend titik-titik swing bakal membentuk pola lower high atau level high yang lebih rendah dari high sebelumnya serta lower low alias level low yang lebih rendah dari low sebelumnya.
Seusai mengenal arah pergerakan sekarang merupakan downtrend, maka kami menghubungkan minimal 2 titik harga puncak (high) yang saling berdekatan (titik A serta B) sebagai garis downtrend yang berkegunaaan juga sebagai resistance. Sebab sedang bergerak downtrend maka kami mencari kesempatan untuk membuka posisi sell dengan menantikan harga bergerak pullback untuk mengawali koreksi.
2. Menentukan level Fibonacci retracement untuk entry
Seusai harga mulai retrace (koreksi) dengan bergerak ke arah uptrend, kami tentukan level-level Fibonacci retracement dengan titik swing high pada level high terdekat (titik B) serta titik swing low pada level terendah saat mulai retrace (titik C). Level-level retracement yang kami perhatikan merupakan 50%, 61.8% serta 76.4% sebab biasanya retracement bakal beres ketika harga mencapai level-level ini. Entry dapat diperbuat dengan market order (sesuai dengan harga saat itu) alias pending order. Sebab kami bakal membuka posisi sell maka kami pilih harga yang paling atas yaitu pada level Fibonacci retracement 76.4%.
3. Menentukan level stop loss serta limit (take profit)
Dengan kesimpulan awal bahwa harga bergerak downtrend maka kami tentukan level stop loss berbagai pip diatas level high terdekat (titik B). Tampak dari foto diatas kami tetap dapat menentukan risk/reward ratio lebih besar dari 1:2 dengan menempatkan limit alias level take profit pada level terendah saat harga mulai koreksi (titik C).


EmoticonEmoticon