Berbagai Mitos Trading Menggunakan Time Frame Daily

Trader pemula lebih berminat pada time frame rendah semisal 15 menit atau 1 jam dibandingkan dengan time frame yang lebih tinggi semacam daily. Faktor ini sangat wajar serta masuk akal sekali, sebab tujuan mutlak trading merupakan mendapatkan profit sedikit demi sedikit dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dengan menonton serta membandingkan pergerakan harga pada berbagai time frame, trader pemula pasti bakal lebih berminat pada kondisi yang diperkirakan bakal cepat membawa hasil, yaitu time frame rendah alias dibawah daily.

Tetapi ketika hasil tradingnya tak semacam yang diinginkan, mereka bakal mencoba trading dengan time frame yang lebih tinggi, tetapi masih saja bakal terpengaruh oleh berbagai mitos bila trading dengan time frame tinggi khususnya daily. Berbagai mitos itu antara lain:

1. 1. Trading dengan time frame daily terlalu mahal

Tidak sedikit trader yang ketika hendak beralih ke time frame daily merasa memiliki keterbatasan dalam faktor ukuran account tradingnya yang dianggap kecil, jadi bila memakai time frame daily maka kemungkinan dapat menguras dalam accountnya. Ide ini bersumber dari kenyataan bahwa range trading pada time frame daily lebih tinggi dari time frame dibawahnya umpama time frame 1 jam atau 15 menit, jadi ukuran pip stop loss pada time frame daily bakal lebih besar dari time frame yang lebih rendah.

Terbukti benar ukuran pip stop loss Kamu bakal lebih besar apabila Kamu trading berdasarkan sinyal pada time frame daily, namun kemenyesalan Kamu tak wajib lebih besar dibandingkan apabila Kamu trading dengan time frame 1 jam alias 15 menit. Kamu masih dapat mengatur besarnya resiko semacam yang Kamu inginkan terlepas dari trading dengan time frame daily alias 15 menit. Dalam faktor ini Kamu dapat menentukan ukuran lot trading alias volume trading berdasarkan ukuran pip dari stop loss Kamu dengan perhitungan position sizing, jadi Kamu dapat menentukan besarnya resiko umpama USD 50.00 untuk stop loss sebesar 20 pip, alias 100 pip. Dengan demikian ukuran account alias tipe account trading (regular, mini alias micro account) sama sekali tak berpengaruh pada time frame trading yang Kamu gunakan.

2. Susah mendapatkan profit yang cepat dari time frame tinggi

Tidak sedikit trader pemula lebih fokus pada time frame rendah dengan anggapan bakal lebih mudah mendapatkan profit. Faktor ini dikarenakan sebab pada time frame rendah harga bakal lebih cepat berubah jadi menghasilkan sinyal trading yang lebih tak jarang dibandingkan dengan time frame tinggi. Time frame rendah terbukti memberbagi tak sedikit sinyal namun dengan nilai yang lebih rendah dibandingkan sinyal trading pada time frame yang lebih tinggi. Dengan time frame 5, 15 alias 30 menit Kamu sebetulnya trading berdasarkan ‘noise’ sebab tak sedikitnya pergerakan harga yang tak signifikan, alias tak lebih dapat dipercaya (reliable).




Bandingkan sinyal-sinyal yang dihasilkan dari chart 15 menit serta chart daily diatas. Berbagai pin bar pada chart 15 menit hanya menghasilkan pergerakan berbagai pip saja dengan trend yang tak jelas, bahkan ada yang gagal direspons. Sebaliknya pada time frame daily pergerakan trend tampak jelas dengan sinyal dari pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend (trend continuation). Sinyal trading pada time frame daily lebih valid sebab pada setiap bar memuat lebih tak sedikit data dibandingkan dengan time frame 15 menit. Dalam faktor frekuensi sinyal yang dihasilkan time frame daily terbukti jauh lebih sedikit, dalam sehari hanya menghasilkan 1 bar sementara time frame 15 menit menghasilkan 96 bar, tetapi nilai bar yang dihasilkan time frame daily jauh lebih tinggi.

3. Terus lama menahan posisi bakal terus besar resikonya

Tidak sedikit trader yang percaya bahwa dengan tak jarang masuk serta keluar pasar bakal lebih sedikit resikonya serta lebih tak sedikit profitnya dibandingkan dengan hanya menahan suatu  posisi trading saja. Faktor ini didasarkan pada anggapan bahwa dengan tak jarangnya entry serta exit trader bakal terhindar dari kemungkinan terkenanya stop loss dampak volatilitas harga yang tinggi. Pada saat volatilitas mulai naik trader cepat keluar serta kembali masuk pasar ketika pasar agak tenang.

Tetapi dalam kenyataannya yang terjadi merupakan sebaliknya. Trader bakal lebih rawan resiko dampak volatilitas apabila tak jarang entry serta exit pada time frame rendah. Dalam faktor ini trader bakal berhadapan dengan intra-day volatility (volatilitas intra-day) yang dikarenakan oleh noise serta susah untuk diinterpretasikan. Chart daily bakal menyaring intra-day volatility itu serta memberbagi data yang lebih reliable.

4. Menahan posisi overnight merupakan berbahaya

Menahan posisi overnight artinya menahan posisi sampai hari trading berikutnya. Mereka yang biasa trading indeks saham pasti bakal riskan apabila menahan posisi sampai hari trading berikutnya sebab kemungkinan adanya lompatan harga (gap) pada pembukaan sesi trading. Apabila gap yang terjadi melawan arah posisi trading maka stop loss bakal dapat terkena. Apabila Kamu trading forex dengan time frame daily besar kemungkinannya Kamu bakal menahan posisi trading Kamu sampai hari berikutnya, alias bahkan kemarin hari seusainya.

Tidak semacam pasar saham, pasar forex berjalan 24 jam penuh selagi 5 hari dalam seminggu, serta hanya tutup pada akhir pekan. Pada pembukaan awal pekan juga sangat jarang terjadi gap, kalaupun terjadi gap tak begitu lebar. Apabila Kamu terlalu dini menutup posisi sebelum sinyal trading Kamu mendapat respons dari pasar, besar kemungkinan Kamu tak mencapai sasaran profit alias bahkan penyesalan.



Pada contoh diatas pasar berkonsolidasi selagi 4 hari sebelum melanjutkan pergerakan bearish. Terlalu dini menutup posisi sebab khawatir overnight gap bakal menyebabkan sasaran profit tak tercapai.

5. Pergerakan harga pada time frame daily susah untuk diprediksi

Mitos ini bersumber dari argumentasi bahwa trading dengan analisa teknikal hanya manjur untuk time frame rendah (dibawah daily) sementara time frame daily hanya tepat untuk trading yang berdasarkan analisa fundamental sebab pengetahuan mengenai fundamental ekonomi lebih tepat untuk jangka panjang meskipun susah diprediksi.

Pada kenyataannya tidaklah demikian. Analisa teknikal dapat berlangsung dengan baik pada time frame daily, baik dengan pengamatan price action alias dengan penerapan indikator teknikal. Faktor ini dikarenakan oleh data yang dihasilkan pada time frame daily lebih reliable dibandingkan dengan time frame yang lebih rendah. Pada time frame rendah tak sedikit tersedia noise yang bakal memberbagi sinyal trading yang salah.



Contoh diatas menunjukkan rejection pin bar A adalah sinyal untuk pergerakan bearish sementara pin bar B adalah sinyal untuk pergerakan bullish. Kedua formasi price action tersebut sering dijumpai pada time frame daily dengan probabilitas yang cukup tinggi.

Meskipun mitos time frame daily tidak terbukti, bukan berarti semua trader akan cocok dan nyaman trading dengan time frame daily, tergantung dari karakteristik pribadi masing-masing trader. Banyak juga trader yang bisa menghasilkan profit secara konsisten dengan trading pada time frame rendah. Namun time frame berapapun yang Anda gunakan dan strategi apapun yang Anda terapkan hendaknya selalu dibarengi dengan pengaturan resiko sesuai dengan yang Anda sepakati.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon