Karena Dollars Lemah Dan Ekspor Libya, Harga Minyak Naik

Harga minyak mengalami kenaikan pada hari Rabu (06/05) mendekati level tinggi tahun 2015, melanjutkan reli bulanan panjang yang terdukung oleh lemahnya Dolar serta gangguan ekspor minyak mentah di Libya. Bullish-nya harga minyak sudah mendorong harga untuk mengalami kenaikan yang lumayan signfikan pekan ini, seusai reli antara 20 persen serta 25 persen di bulan April, meskipun minyak mentah AS semakin diproduksi serta ada indikasi bahwa kartel OPEC bakal tetap menjaga volume produksi minyak mereka pada level tinggi dalam pertemuan yang bakal diselenggarakan pekan bulan depan.



minyak-saudi
Harga brent crude oil untuk pengiriman Juni LCOc1 mengalami kenaikan sampai 32 sen pada kualitas $67.87 per barel pada pagi hari tadi, di bawah puncak tahun 2015 di $68.40 yang tercapai pada hari Selasa, ketika kontrak ditutup pada kualitas $1.07. Sementara itu, crude AS untuk pengiriman Juni diperdagangkan 50 sen lebih tinggi pada $60.90 per barel. Kontrak tersebut ditutup pada $1.47 pada hari Selasa kemarin, seusai menyentuh level tinggi di $61.10.


Tunggu Rapat OPEC Bulan Depan
Menurut analisa dari JP Morgan, dalam catatannya terhadap Reuters, kuatnya permintaan dari Eropa sekarang sudah menjadi kunci katalis yang memungkinkan pengeboran minyak untuk membawa penggunaannya dalam kuarta satu, serta menyerap surplus produksi minyak sembari mengurusi kuatnya margin pengeboran. Kenaikan harga baru-baru ini makin membikin OPEC menutup telinga atas permintaan pemotongan suplai minyak. Bahkan, petinggi perusahaan minyak di Arab Saudi menyebutkan untuk tidak melakukan perubahan apapun pada tingkat produksi, mengingat tetap kuatnya permintaan dari Asia.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon